Laman

Rabu, 30 April 2014

Fungsi


Dalam istilah matematika merupakan pemetaan setiap anggota himpunan (domain) kepada anggota himpunan lain (kodomain). Konsep fungsi adalah salah satu konsep dasar dari matematika dan setiap ilmu kuantitatif. Anggota himpunan yang dibahas adalah besaran matematika seperti bilangan riil.

Jenis-jenis fungsi
1.      Fungsi Satu-satu (One-one Function)
Fungsi f dari himpunan A ke B dikatakan one-one function jika f (a) = f (a)’ maka a = a’. Dengan kata lain, fungsi f adalah bila setiap anggota himpunan A memiliki bayangan yang berbeda. Contohnya:

2.      Fungsi Pada (Onto Function)
Fungsi f dari himpunan A ke B dikatakan onto functio jika range f sama dengan B, atau f (A) = B. Contohnya:

Domain, Kodomain, Range
Domain (daerah asal)
Himpunan yang berasal dari daerah asalnya atau anggota awal. Contohnya: A = {1,3,5,7,9}, B = {2,4,6,8,10}, maka domainnya A = {1,3,5,7,9}

Kodomain (daerah kawan)
Himpunan yang berasal dari daerah lawan atau anggota lainnya. Contohnya: C = {1,2,3,4,5}, D = {6,7,8,9,10},  maka kodomainnya D = {6,7,8,9,10}

Range adalah (daerah hasil).
Hasil himpunan dari himpunan anggota awal dan himpunan anggota lainnya. Contohnya:

 A= {1,2,3,4}, B = {0,2,4,6} maka range = {2,4}

Sumber:

Relasi



Hubungan antara anggota himpunan dapat merupakan suatu relasi, misalnya a€A dan b€B, bila a relasi dengan b kita dapat tulis (a,b). Secara formal relasi dari dua himpunan yaitu himpunan pasangan terurut dari anggota-anggota kedua himpunan. Bila relasi dari himpunan A ke himpunan B, maka himpunan A disebut daerah asal (domain) dan himpunan B disebut daerah kawan (kodomain).

Penyajian Relasi:
Penyajian Matriks Relasi dan Diagram Panah
Misalkan A = {2,3,4} dan B = {2,4,8,9,15}.
Jika kita definisikan relasi R dari A ke B dengan aturan :   (a, b) ∈ R jika a faktor prima dari b maka relasi tersebut dapat digambarkan dengan diagram panah berikut ini :
  
Penyajian relasi dengan diagram cartesius
Diagram cartesius menggunakan pasangan koordinat horisontal-vertikal. Setiap titik mewakili ada tidaknya hubungan A dan B, contoh :



Penyajian Relasi dengan Tabel
Kolom pertama menyatakan asal, sedangkan kolom kedua menyatakan hasil. Contohnya:


Penyajian Relasi dengan Matriks     
Relasi antara A = {a1, a2, …, am} dan B = {b1, b2, …, bn}. Contohnya:

Relasi Invers
R relasi dari suatu himpunan A ke himpunan B. Invers dari R ditulis R-1. Jika urutan anggotanya dibalik  maka R-1 = {(b, a) | (a, b) ∊ R).
Contohnya:
-       A= {(1,a), (2,b)}, maka A-1 = {(a,1), (b,2)}
-       R  = {(2, 2), (2, 4), (4, 4), (2, 8), (4, 8), (3, 9), (3, 15)}, maka R–1  = {(2, 2), (4, 2), (4, 4), (8, 2), (8, 4), (9, 3), (15, 3) }

Komposisi Relasi
Misalnya R adalah relasi dari himpunan A ke B, dan S adalah relasi dari himpunan B ke C. Komposisi R dan S, dinotasikan S ο R. sedangkan relasi dari A ke C yang didefinisikan:
S ο R = {(a,c) | a ∊ A, c ∊ C, dan untuk beberapa b ∊ B, (a,b) ∊  R dan (b,c) ∊  S.
Contohnya: R = {(1,2),(1,6),(2,4),(3,4),(3,6),(3,8)} adalah relasi dari A = {1,2,3} ke B = {2,4,6,8} dan S = {(2,u),(4,s),(4,t),(6,t),(8,u)} adalah relasi dari B = {2,4,6,8} ke C = {s,t,u}. Maka komposisi relasi R dan S adalah S ο R = {(1,u),(1,t),(2,s),(2,t),(3,s),(3,t),(3,u)}.

Sifat Relasi
1.      Refleksif (reflexive)
Jika (a, a) Î R untuk setiap a Î A.
Contohnya:
A = {1, 2, 3, 4}, dan relasi R di bawah ini didefinisikan pada himpunan A, maka Relasi R = {(1, 1), (1, 3), (2, 1), (2, 2), (3, 3), (4, 2), (4, 3), (4, 4)} bersifat refleksif karena terdapat elemen relasi yang berbentuk (a, a), yaitu (1, 1), (2, 2), (3, 3), dan (4, 4).

2.      Transitif (menghantar)
Jika (a,b) Î R dan (b,c) Î R, maka (a,c) Î R untuk a,b,c Î A.
Contohnya :
-       relasi < pada Z bersifat transitif, sebab a,b,c Î Z berlaku jika a < b dan b < c maka a < c. 
-       Relasi "habis dibagi" pada himpunan bilangan bulat positif menghantar.

3.      Simetris
Jika a Î A dan b Î A berlaku a R b ≡ b R a, relasi R pada himpunan A disebut simetri jika semua a,b Î A jika (a,b) Î R, maka (b,a) ÎR.
Contohnya:
-       R = pada D bersifat simetri, karena a, b ϵ D, berlaku a=b ≡ b=a
-       Relasi ≤ pada Z tidak simetri, karena 1 ≤ 2 ≠ 2≤1

4.      Antisimetri
Jika semua a,b Î A, (a,b) Î R dan (b,a) Î R hanya a=b.
Contohnya:
R < pada Z bersifat antisimetri, karena b,c Î z berlaku b<c ^ c < b → b=c.

Partisi
Menurut bahasa Yunani 'partition' yang artinya 'bagian'. Partisi adalah bagian tertSentu, dengan tujuan untuk memisahkan antara yang penting dengan yang biasa saja sehingga lebih mempermudah dalam proses mencari.

Contohnya:
S = himpunan tidak hampa. Partisi dari S = membagi-bagi S menjadi himpunan bagian tidak hampa A1, A2, ... Masing-masing saling lepas dan gabungan keseluruhannya adalah S.

Sumber: