Laman

Jumat, 28 November 2014

Computer Supported Cooperative Work (CSCW)

 
PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET DALAM LINGKUP INTRAPERSONAL



Computer Supported Cooperative Work (CSCW)



CSCW adalah kependekan dari “Computer Supported Cooperative Work”. CSCW merupakan pemahaman cara orang bekerja dalam kelompok dengan teknologi yang memungkinkan jaringan komputer, dan terkait perangkat keras, perangkat lunak, layanan dan teknik. Pada tahun 1984 : Konsep CSCW diperkenalkan oleh Irene Greif dan Paul M. Cashman. Mereka menggabungkan kerja koperasi individu melalui jaringan, hardware, software dan lain-lain dengan tujuan untuk memberikan perbaikan yang identik untuk beberapa individu yanng berkerja pada produksi yag sama atau berbeda processes.
Pada tahun 1987 : Dr. Charles Findley mempresentasikan konsep Collaborattive Learning-Work. Menurut Carstensen dan Schmidt, alamat CSCW “ Bagaimana kegiatan kerja sama dan koordinasi mereka dapat didukung deng cara sistem komputer. “ Di satu sisi banyak penulis menganggap bahwa CSCW dan  groupware adalah sinonim. Disisi lain ada juga yang mengklaim bahwa groupware mengacu pada sistem berbasis komputer nyata, sedangkan CSCW berfokus pada studi alat dan teknik groupware serta efek psikologis, sosial, dan organisasi mereka.
Pada tahun 1991    :   Wilson mengungkapkan perbedaan antara dua konsep. CSCW adalah sebuah istilah generik yang menggabungkan pemahaman cara orang berkerja dalam kelompok dengan teknologi yang memungkinkan jaringan komputer dan perangkat keras yang terkait, perangakat lunak , layanan dan teknik.

Tujuan CSCW:
1.      Mempelajari bagaimana orang bekerja sama sebagai kelompok dan apa yang mempengaruhi teknologi.
2.      Mendukung proses pelaksanaan pekerjaan walaupun secara geografis dipisahkan.

CSCW lebih berorientasi kepada evaluasi terhadap hal-hal yang terjadi dalam proses interaksi antar manusia dalam sekelompok pengguna. Interaksi tersebut antara lain:
a.       Komunikasi yang normal antar manusia
Dibagi atas dua yaitu:
  1. Komunikasi face-to-face
Pada komunikasi ini, tidak hanya meliputi bicara dan pendengaran, tapi juga menggunakan bahasa tubuh dan tatapan mata. Misalnya:
-          Personal Space
-          Kontak dan tatapan mata
-          Gerak isyarat dan bahasa tubuh
-          Back channel
-          Turn-taking
  1. Percakapan
Terdapat dua prinsip ucapan antara lain:
-          relevan artinya bahwa suatu ucapan harus sesuai dengan topik tertentu.
-          helpful artinya suatu ucapan harus dapat dimengerti oleh pendengar dan tidak ada ambigu dari pemahaman pendengar.
b.      Komunikasi berbasis teks
Ada 4 tipe komunikasi tekstual dalam groupware:
-          discrete; pesan langsung seperti dalam:
~         Electronic Mail  (email)
Merupakan system CSCW yang bersifat asynchronous yang tidak mengharuskan user bekerja pada waktu yang bersamaan. Penerima email tidak harus membuka suratnya pada waktu yang sama dengan terkirimnya surat.
-          linear; pesan partisipan ditambahkan pada akhir dari catatan tunggal
-          non-linear; saat pesan dihubungkan ke yang lainnya dalam model hypertext
-          spatial; dimana pesan diatur dalam permukaan dua dimensi.

Hasil CSCW biasanya disebut Groupware. Groupware adalah jenis software yang membantu kelompok kerja yang terhubung ke jaringan untuk mengelola aktifitas mereka. Groupware dapat diklasifikasi dalam beberapa cara, salah satunya adalah dimana dan kapan seseorang peserta mengikuti kerja kelompok. Hal ini dapat diringkas dalam matriks time/space. Dimensi space dapat juga suatu dimensi secara geografis dan dibagi dalam co-located (tempat yang sama) dan remote (tempat yang berbeda). Contoh e-mail dan video conferencing yang bekerja pada jarak yang jauh. Sumbu time dibagi menjadi system synchronous dan asynchronous. Contoh telepon merupakan komunikasi remote synchronous dan post-it notes merupakan suatu asynchronous co-located. Gambar di bawah ini menunjukkan suatu cooperative work yang mendukung pembahasan
·         Computer-mediated communication: Mendukung komunikasi antar partisipan
·         Meeting and decision support systems: Menangkap pemahaman secara umum.
·         Shared application and artifacts: Mendukung interaksi partisipan dengan berbagi pekerjaan.

Sumber:

Kamis, 30 Oktober 2014

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET DALAM LINGKUP INTRAPERSONAL



Dewasa ini kita telah masuk ke dalam era cyber, dimana otak manusia terus berkembang serta menyempurnakan teknologi. Jika dilihat dari sejarah internet dahulu hanya untuk kepentingan militer saja dan bukan untuk komersil. Namun, masuk ke era selanjutnya yaitu penggunaan internet di institusi pendidikan merubah pola fikir manusia yang secara keseluruhan masuk kedalam era komersial, seperti era yang sekarang. Internet telah merubah cara interaksi kita terhadap informasi, bisnis, ekonomi, sosial budaya, dan lain-lain. Internet telah menjadi sasaran utama pencarian seuatu, seperti engine search terbesar adalah google. Kita dapat mencari informasi tanpa adanya batasan waktu, tidak seperti media lainnya. Aspek demografi merupakan salah satu faktor yang mampu mempengaruhi perilaku konsumen untuk mengambil keputusan dalam pembelian, termasuk juga perilaku penggunaan internet.
Adapun penghasilan keluarga menurut Aisyen (2010) merupakan salah satu tema penting dalam mengelola keuangan keluarga, karena besarnya uang masuk akan mempengaruhi besarnya uang yang akan di keluarkan. Penghasilan adalah gaji tetap yang diterima setiap bulan. Penghasilan akan erat kaitannya dengan kemampuan orang untuk memenuhi kebutuhan gizi, perumahan yang sehat, pakaian dan kebutuhan lain yang berkaitan dengan pemeliharaan kesehatan.
Data demografis adalah suatu deskripsi mengenai gambaran karakteristik penggunaan Internet yang meliputi tingkat usia, jenis kelamin, tingkatan pendidikan, jenis pekerjaan dan tingkat pendapatan pengguna. Dari karakter tersebut, saya akan memaparkan tentang faktor tingkat pendapatan pengguna atau status sosial ekonomi (SES) pengguna internet.
Tingkat pendapatan di Indonesia sangat berpengaruh terhadap pengaksesan internet karena mahalnya biaya akses (Suhardiman, 2002). Hal ini disebabkan oleh :
1.      Kebutuhan akan penetrasi sambungan jaringan telepon masih rendah.
2.     Distribusi sambungan akses internet tidak merata di seluruh wilayah Indonesia karena sistem distribusi jaringan akses internet masih terpusat pada kota besar saja.
3.     Masih mahalnya sewa transponder satelit untuk melakukan akses internet sebagai tulang punggung back bond untuk mempercepat akses internet yang mempunyai respon sangat tinggi.
Tingkat pendapatan memiliki pengaruh yang besar dalam penggunaan internet di dunia. Dengan berkembangnya internet, juga berpengaruh terhadap kondisi perekonomian individu maupun suatu negara. Semakin kuat kondisi perekonomian dan status sosial individu maupun negara, maka tingkat penetrasi pengguna jasa internet semakin meningkat yang akhirnya dapat menekan biaya pemakaian internet. Tingkat pendapatan di Indonesia sangat berpengaruh terhadap pengaksesan internet karena mahalnya biaya akses (Suhardiman, 2002). Pengguna yang aktif menggunakan internet secara 24 jam non-stop. Pengguna dapat mengaksesan internet secara rutin untuk memenuhi kebutuhan, misalnya : mencari informasi, membantu pekerjaan, melakukan komunikasi secara Chatting, berkirim surat elektronis (e-mail), dan lain sebagainya. Sedangkan pengguna yang pasif adalah pengguna yang hanya menggunakan sarana internet pada saat-saat tertentu saja. 
Pada usia 17-29 tahun adalah tahap yang paling banyak penggunaan internetnya. Pada usia tersebut tingkat on-line sebuah aplikasi di internet lebih banyak karena pada usia tersebut waktu luang untuk bersosialisasi sangat sedikit. Dikarenakan egosentrisme yang masih tinggi dan individualisme menuntut mereka untuk berinteraksi di sosial media ketimbang di dunia nyata. Dilihat dari segi pendidikan, tingkat sarjana merupakan pengguna terbanyak, disusul SLTA dan masyarakat umum yang tidak terlalu mementingkan sebuah informasi. Jika dilihat dari pekerjaannya, maka karyawan lebih sering menggunakan internet, karena mobilitas mereka yang padat dan untuk mencari rekan bisnis dan juga mencari informasi untuk membantu pekerjaannya. Pelajar atau mahasiswa adalah pengguna terbanyak internet saat ini, karena sumber informasi yang banyak dan tanpa adanya batasan waktu ada di jaringan internet.

Referensi: