Laman

Rabu, 09 April 2014

Ruang Lingkup Ilmu Pengetahuan Alam


 A.        Alam Semesta dan Isinya
Mencangkup tentang:
-       Mikrokosmos: Benda-benda yang memiliki ukuran yang sangat kecil. Misalnya atom, elektron, sel dan lain-lain.  


-    Makrokosmos: Benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat besar. Misalnya planet, galaksi, bindang, dan lain-lain.

B.         Teori terjadinya Alam Semesta
Keadaan Tetap (Steady State Theory)
Diusulkan pada tahun 1948 oleh H. Bondi, T. Gold, dan F. Hoyle dari Universitas Cambridge (Tjasyono, 2006; 51). Berdasarkan prinsip kosmologi sempurna, alam semesta dimanapun selalu sama. Tidak ada awalnya dan tidak akan berakhir. Dalam teori keadaan tetap tidak ada asumsi bola api kosmik yang besar dan pernah meledak. Alam semesta akan datang silih berganti berbentuk atom-atom hidrogen dalam ruang angkasa, membentuk galaksi baru dan menggantikan galaksi lama yang bergerak menjauhi kita dalam ekspansinya.

Dentuman Besar (Big-Bang Theory)
Pertama kali dikemukakan oleh kosmolog Abbe Lemaitre pada tahun 1920an. Menurutnya, alam semesta bermula dari gumpalan super atom raksasa yang isinya tidak bisa kita bayangkan tetapi kira-kira seperti bola api raksasa yang suhunya antara 10 milyar sampai 1 trilyun derajat celcius (air mendidih suhunya hanya 100oC). Gumpalan super-atom tersebut meledak sekitar 15 milyar tahun yang lalu. Hasil sisa dentuman dahsyat tersebut menyebar menjadi debu dan awan hidrogen. Setelah berumur ratusan juta tahun, debu dan awan hidrogen tersebut membentuk bintang-bintang dalam ukuran yang berbeda-beda. Seiring terbentuknya bintang-bintang, di antara bintang-bintang tersebut berpusat membentuk kelompoknya masing-masing yang kemudian disebut galaksi.

Osilasi
Merupakan teori lain yang cukup akomodatif dari kedua teori di atas. Keyakinan tentang kejadian alam semesta sama dengan Teori Keadaan Tetap yaitu alam semesta tidak awal dan tidak berakhir. Tetapi osilasi mengakui adanya dentuman besar dan nanti pada suatu saat gravitasi menyedot kembali efek ekspansi sehingga alam semesta akan mengempis (collapse). Pada akhirnya akan menggumpal kembali dalam kepadatan yang tinggi, dengan temperatur yang tinggi dan akan terjadi dentuman besar kembali. Setelah big-bang kedua kali terjadi, dimulai kembali ekspansi kedua dan suatu saat akan mengempis kembali dan meledak untuk ketiga kalinya, begitu pula seterusnya.

C.        Sistem Tata Surya
Matahari
Sebuah bintang yang berada di antara sekitar 100.000.000.000 bintang lain dalam galaksi Bima Sakti. Massa Matahari merupakan bola gas pijar, terdiri atas Hidrogen (H) (sekitar 80%), Helium (He) (19%), dan sisanya merupakan gabungan unsur-unsur Oksigen (O2), Magnesium (Mg), Nitrogen (N), Silikon (Si), Karbon (C), Belerang (S), Besi (Fe), Natrium (Na), Kalsium (Ca), Nikel (Ni), dan beberapa unsur mikro lainnya yang persentasenya kecil. Suhu di permukaan Matahari diperkirakan sekitar 5.000°C – 6.000°C, sedangkan pada bagian intinya mencapai 14.000.000°C. Matahari memiliki suhu yang sangat tinggi, berasal dari reaksi nuklir yang maha dahsyat. Mengubah inti Hidrogen menjadi Helium. Dapat memanasi dan memberikan kehidupan makhluk di Bumi yang jaraknya sekitar 150 juta kilometer. Menurut pengamatan ahli astronomi, diameter (garis tengah) Matahari diperkirakan sekitar 1.400.000 km atau lebih dari 100 kali ukuran bola Bumi.

Planet dan Satelit Alam
Awalnya, sistem tata surya (solar system) terdapat sembilan planet. Namun, sejak diselenggarakan pertemuan International Astronomical Union (IAU) ke-26 di Praha, Republik Ceko tanggal 24 Agustus 2006 disepakati bahwa terdapat delapan planet dalam sistem tata surya. Delapan planet beredar mengelilingi Matahari dengan periode revolusi yang berbeda. Kedelapan planet tersebut yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. Pluto sebelumnya masuk ke dalam gugusan planet, hanya disetarakan dengan objek-objek kecil tata surya dengan garis orbit yang sudah pasti.
Pusat Planet Minor (MPC) telah mendaftarkan bekas planet kesembilan itu sebagai asteroid ke-134340. Planet mengelilingi Matahari dalam orbit (garis edar) yang berbeda. Secara umum planet-planet dalam tata surya dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: 
1.      Planet Dalam (Inferior):  Lintasannya berada di antara lintasan Bumi dengan Matahari. Meliputi planet Merkurius dan Venus.
2.     Planet Luar (Superior): Lintasannya berada di luar lintasan Bumi. Meliputi planet Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Benda langit disebut planet apabila benda tersebut memiliki proporsi ukuran yang besar dan menempati garis orbit yang tetap dalam mengitari Matahari dalam suatu sistem tata surya dan tidak memiliki garis orbit yang sama dengan planet lain. Berdasarkan penelitian ahli astronomi, garis orbit Pluto tumpang tindih dengan garis orbit Neptunus sehingga Pluto terdiskualifikasi dari sistem tata surya.

Komet
Lebih dikenal dengan istilah bintang berekor yang senantiasa datang mengunjungi Matahari dan keluarganya secara periodik. Sebagian besar tubuh komet dibentuk oleh berbagai gas, termasuk Sianogen (CN), Karbon (C), Karbon monoksida(CO), Nitrogen (N2), Hidroksil (OH), dan Nitrogen Hidrid (NH). Berdasarkan sifat fisiknya, tubuh komet terdiri dari inti dan ekor. Sebelum mendekati Matahari, komet terdiri atas batuan dan es. Debu dan gas menyembur dari intinya, lalu terbentuklah kepala komet (koma) dan ekornya. Komet mengedari Matahari dengan bidang orbit yang berbeda. Ada yang berbentuk elips sangat pipih, parabola, bahkan hiperbola. Saat komet sangat dekat dengan Matahari, sebagian partikel tubuhnya mencair karena panas Matahari dan membentuk ekor, sehingga ekor komet tersebut semakin panjang. Saat jaraknya jauh dari Matahari, hampir semua bagian tubuhnya membeku sehingga tidak terdapat lagi ekor.

Meteor: Benda langit di angkasa baik terdiri atas senyawa logam maupun batuan.
Jika meteor masuk ke dalam atmosfer Bumi, akan terjadi gesekan yang sangat kuat antara massa meteor dan partikel-partikel atmosfer. Gaya gesek ini mengakibatkan meteor terbakar sehingga terlihat dari Bumi sebagai bintang yang jatuh dari angkasa. Jika meteor sampai ke permukaan Bumi, dinamakan meteorit. Benturan atau tumbukan yang sangat kuat antara meteorit yang jatuh dengan permukaan bumi, dapat mengakibatkan terjadinya cekungan muka Bumi menyerupai kawah. Seperti yang pernah terjadi di daerah Winslow Arizona, Amerika Serikat, yang dikenal dengan Barringer Crater.

Asteroid
Benda-benda langit kecil sejenis planet yang tersebar di antara orbit planet Mars dan Yupiter, kira-kira 500 juta kilometer dari Matahari dari Bumi. Asteroid tampak bersinar karena benda ini sama seperti planet, menerima dan memantulkan cahaya Matahari. Contohnya Trojan, Apollo, dan Cerres.

D.        Bumi
Terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu. Jarak bumi dengan matahari sekitar 150 juta km, dengan radius ± 6.370 km. Memiliki 2 macam lapisan, yaitu:
Lapisan Dalam Bumi
Merupakan lapisan pembentuk bumi. Secara struktur lapisan dalam bumi, dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut:
1.      Kerak bumi (crush)
Merupakan kulit bumi bagian luar (permukaan bumi). Tebal lapisan kerak bumi mencapai 70 km dan merupakan lapisan batuan yang terdiri dari batu-batuan basa dan masam. Lapisan ini menjadi tempat tinggal bagi seluruh mahluk hidup. Suhu di bagian bawah kerak bumi mencapai 1.100oC. Lapisan kerak bumi dan bagian di bawahnya hingga kedalaman 100 km dinamakan litosfer.

2.      Selimut atau selubung (mantle)
Merupakan lapisan yang terletak di bawah lapisan kerak bumi. Tebal selimut bumi mencapai 2.900 km dan merupakan lapisan batuan padat. Suhu di bagian bawah selimut bumi mencapai 3.000oC.

3.      Inti bumi (core)
Terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam besi (90%), nikel (8%), dan lain-lain yang terdapat pada kedalaman 2900 – 5200 km. Lapisan ini dibedakan menjadi:  
·         Lapisan inti luar tebalnya sekitar 2.000 km dan terdiri atas besi cair yang suhunya mencapai 2.200o
·         Lapisan inti dalam merupakan pusat bumi berbentuk bola dengan diameter sekitar 2.700 km. Inti dalam ini terdiri dari nikel dan besi yang suhunya mencapai 4.500oC.

Lapisan Luar Bumi
Merupakan lapisan melindungi bumi dari meteor atau benda-benda luar angkasa lainnya.
1.      Atmosfer
Adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi, dari permukaan planet sampai jauh di luar angkasa. Di bumi, atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km dari atas permukaan bumi. Atmosfer tersusun beberapa lapisan, yang dinamai menurut fenomena yang terjadi di lapisan tersebut. Transisi antara lapisan yang satu dengan yang lain berlangsung bertahap. Studi tentang atmosfer mula-mula untuk memecahkan masalah cuaca, fenomena pembiasan sinar matahari saat terbit dan tenggelam, serta kelap-kelipnya bintang. Atmosfer Bumi terdiri atas nitrogen (78.17%) dan oksigen (20.97%), dengan sedikit argon (0.9%), karbondioksida (variabel, tetapi sekitar 0.0357%), uap air, dan gas lainnya. Atmosfer melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari matahari dan mengurangi suhu ekstrem di antara siang dan malam. 75% dari atmosfer ada dalam 11 km dari permukaan planet.

2.      Troposfer
Lapisan yang campuran gasnya paling ideal untuk menopang kehidupan di bumi. Dalam lapisan ini, kehidupan terlindung dari sengatan radiasi yang dipancarkan oleh benda-benda langit lain. Lapisan ini yang paling tipis (kurang lebih 15 kilometer dari permukaan tanah). Ketinggian paling rendah adalah bagian yang paling hangat dari troposfer, karena permukaan bumi menyerap radiasi panas dari matahari dan menyalurkan panasnya ke udara. Jika ketinggian bertambah, suhu udara akan berkurang secara tunak (steady), dari sekitar 17℃ sampai -52℃. Pada permukaan bumi tertentu, seperti daerah pegunungan dan dataran tinggi dapat menyebabkan anomali terhadap gradien suhu tersebut.
Lapisan ini sebagai bagian atmosfer yang paling penting, karena berhubungan langsung dengan permukaan bumi yang merupakan habitat dari berbagai jenis mahluk hidup termasuk manusia, serta sebagain besar iklim berlangsung pada lapisan troposfer.

3.      Stratosfer
Perubahan secara bertahap dari troposfer ke stratosfer dimulai dari ketinggian sekitar 11 km. Suhu di lapisan stratosfer yang paling bawah relatif stabil dan sangat dingin yaitu –70oF atau sekitar –57oC. Pada lapisan ini angin yang sangat kencang terjadi dengan pola aliran yang tertentu. Disinilah tempat terbang pesawat. Awan tinggi jenis cirrus kadang-kadang terjadi di lapisan paling bawah, namun tidak ada pola cuaca yang signifikan yang terjadi pada lapisan ini. Dari bagian tengah stratosfer keatas, pola suhunya berubah menjadi semakin bertambah semakin naik, karena bertambahnya lapisan dengan konsentrasi ozon yang bertambah. Lapisan ozon ini menyerap radiasi sinar ultra ungu. Suhu pada lapisan ini mencapai sekitar 18oC pada ketinggian sekitar 40 km. Lapisan stratopause memisahkan stratosfer dengan lapisan berikutnya.

4.      Mesosfer
Kurang lebih 25 mil atau 40 km diatas permukaan bumi terdapat lapisan transisi menuju lapisan mesosfer. Pada lapisan ini, suhu kembali turun ketika ketinggian bertambah, sampai menjadi sekitar –143oC di dekat bagian atas dari lapisan ini, yaitu kurang lebih 81 km diatas permukaan bumi. Suhu serendah ini memungkinkan terjadi awan noctilucent, yang terbentuk dari kristal es. Daerah transisi antara lapisan mesosfer dan termosfer disebut mesopouse dengan suhu terendah –110o C.

5.      Termosfer
Transisi dari mesosfer ke termosfer dimulai pada ketinggian sekitar 81 km. Dinamai termosfer karena terjadi kenaikan temperatur yang cukup tinggi pada lapisan ini yaitu sekitar 1982oC. Perubahan ini terjadi karena serapan radiasi sinar ultra ungu. Radiasi ini menyebabkan reaksi kimia sehingga membentuk lapisan bermuatan listrik yang dikenal dengan nama ionosfer, yang dapat memantulkan gelombang radio. Sebelum munculnya era satelit, lapisan ini berguna untuk membantu memancarkan gelombang radio jarak jauh. Molekul oksigen akan terpecah menjadi oksegen atomik di sini. Proses pemecahan molekul oksigen dan gas-gas atmosfer lainnya akan menghasilkan panas, yang akan menyebabkan meningkatnya suhu pada lapisan ini. Suhu pada lapisan ini akan meningkat dengan meningkaknya ketinggian.

6.      Eksosfer
Merupakan lapisan atmosfer yang paling tinggi. Pada lapisan ini, kandungan gas-gas atmosfer sangat rendah. Batas antara ekosfer (pada dasarnya adalah batas atmosfer) dengan angkasa luar tidak jelas. Daerah yang masih termasuk ekosfer adalah daerah yang masih dapat dipengaruhi daya gravitasi bumi. Garis imajiner yang membatasi ekosfer dengan angkasa luar disebut magnetopause. Adanya refleksi cahaya matahari yang dipantulkan oleh partikel debu meteoritik. Cahaya matahari yang dipantulkan tersebut juga disebut sebagai cahaya Zodiakal.

E.         Teori Pembentukan Bumi
Teori Kabut Kant – Laplace
Sejak jaman sebelum Masehi, para ahli telah melakukan analisis terhadap gejala-gejala alam. Mulai abad ke 18 para ahli telah memikirkan proses terjadinya Bumi. Teori kabut (nebula) dikemukakan oleh Immanuel Kant (1755) dan Piere de Laplace (1796). Dalam teori ini dikemukakan bahwa di jagat raya terdapat gas yang berkumpul menjadi kabut (nebula). Gaya tarik-menarik antar gas ini membentuk kumpulan kabut yang sangat besar dan berputar semakin cepat. Dalam proses perputaran yang sangat cepat, materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah dan memadat (karena pendinginan). Bagian yang terlempar, kemudian menjadi planet-planet dalam tata surya.

Teori Chamberlin dan Maulton
Seabad setelah teori kabut, muncul teori Planetesimal. Mengungkapkan bahwa pada mulanya terdapat matahari asal. Suatu ketika, matahari asal ini didekati oleh sebuah bintang besar yang menyebabkan terjadinya penarikan pada bagian matahari. Akibat tenaga penarikan matahari asal, terjadilah ledakan-ledakan yang hebat. Gas yang meledak ini keluar dari atmosfer matahari, kemudian mengembun dan membeku sebagai benda-benda yang padat, dan disebut planetesimal. Planetesimal ini dalam perkembangannya menjadi planet-planet, dan salah satunya adalah planet Bumi kita.
Pada dasarnya, proses teoritis terjadinya planet dan bumi, dimulai dari benda berbentuk gas yang bersuhu sangat panas. Kemudian karena proses waktu dan perputaran (pusingan) cepat, maka terjadi pendinginan yang menyebabkan pemadatan (pada bagian luar). Adapaun tubuh Bumi bagian dalam masih bersuhu tinggi.

Teori Jeans dan Jeffreys
Dikemukakan leh jeans dan Jeffreys, yakni sebuah bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek, sehingga menyebabkan terjadinya pasang surut pada matahari, saat matahari masih berada dalam keadaan gas. Terjadinya pasang surut air laut kita kenal di Bumi, ukuranya sangat kecil. Penyebabnya karena kecilnya massa bulan dan jauhnya jarak bulan ke Bumi (60 kali radius orbit Bumi). Tetapi, jika sebuah bintang yang bermassa hampir sama besar dengan matahari dan mendekati matahari, maka akan terbentuk semacam gelombang raksasa pada tubuh matahari, yang disebabkan oleh gaya tarik bintang tadi. Gunung-guung tersebut akan mencapai tinggi yang luar biasa dan membentuk semacam lidah pijar yang besar sekali, menjulur dari massa matahari tadi dan merentang kea rah bintang besar itu.
Dalam lidah panas ini, terjadi perapatan gas-gas dan akhirnya kolom-kolom akan pecah, lalu berpisah menjadi benda tersendiri, yaitu planet-planet. Bintang besar yang menyebabkan penarikan pada bagian-bagian tubuh matahari, melanjutkan perjalanan di jagat raya, sehingga lambat laun akan hilang pengaruhnya terhadap-planet yang berbentuk tadi. Planet-planet itu akan berputar mengelilingi matahari dan mengalami proses pendinginan. Proses pendinginan ini berjalan dengan lambat pada planet-planet besar, seperti Yupiter dan Saturnus, sedangkan pada planet-planet kecil seperti Bumi, pendinginan berjalan relatif lebih cepat.

Sumber:

Minggu, 06 April 2014

Metode Ilmiah



Cara Memperoleh Pengetahuan yang Tidak Ilmiah dengan yang Ilmiah
Pengetahuan tidak ilmiah adalah ilmu yang diperoleh dan dikembangkan secara sistematik terhadap kemampuan diri manusia ataupun terhadap ide di dalam pikiran manusia secara deduktif dan analitik. Misalnya, pencak silat, bela diri, kebatinan, matematika, dan sebagainya.
Sedangkan, pengetahuan ilmiah adalah ilmu yang diperoleh dan dikembangkan dengan mengolah atau memikirkan realita yang berasal dari luar diri manusia secara ilmiah, dengan menerapkan metode ilmiah. Misalnya dalam kumpulan pengetahuan mengenai suatu hal tertentu (objek atau lapangan) yang merupakan kesatuan yang sistematis dan memberikan penjelasan yang sistematis dan memberikan penjelasan yang sistematis yang dapat dipertanggung jawabkan dengan menunjukan sebab-sebab hal atau kejadian itu. Oleh karena itu cara memperoleh pengetahuan dan cara memperoleh pengetahuan ilmiah atau sains sudah jelas berbeda.

Langkah-langkah Operasional Metode Ilmiah
Metode ilmiah harus menjamin akan menghasilkan pengetahuan yang ilmiah, yaitu yang bercirikan objektivitas, konsisten, dan sistematik. Langkah-langkah operasionalnya sebagai berikut:
·         Perumusan masalah
Maksudnya merupakan pernyataan apa, mengapa, ataupun bagaimana tentang objek yang diteliti. Masalah ini harus jelas batas-batasnya serta dikenal faktor-faktor yang mempengaruhinya.

·         Penyusunan hipotesis
Suatu pernyataan yang menunjukkan kemungkinan jawaban untuk memecahkan masalah yang telah ditetapkan. Dengan kata lain, merupakan dugaan yang tentu saja didukung oleh pengetahuan yang ada. Hipotesis juga dapat dipandang sebagai jawaban sementara dari permasalahan yang harus diuji kebenarannya  dalam suatu observasi atau eksperimentasi.

·         Pengujian hipotesis
Pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang telah diajukan untuk dapat memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang mendukung hipotesis tersebut atau tidak. Fakta dapat diperoleh melalui pengamatan langsung dengan mata atau melalui teleskop atau dapat juga melalui uji coba atau eksperimentasi.

·         Penarikan kesimpulan
Didasarkan atas penilaian melalui analisis dari fakta-fakta (data), untuk melihat apakah hipotesis yang diajukan diterima atau tidak. Hipotesis itu dapat diterima bila fakta yang terkumpul mendukung pernyataan hipotesis. Hipotesis yang diterima merupakan suatu pengetahuan yang kebenarannya telah diuji secara ilmiah, dan merupakan bagian dari ilmu pengetahuan.

Langkah di atas harus ditempuh melalui urutan yang teratur, di mana langkah yang satu merupakan landasan langkah berikutnya. Dari keterangan-keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan merupakan pengetahuan yang disusun secara sistematis, berlaku umum dan kebenarannya telah diuji secara empiris.

Keunggulan, Keterbatasan serta Peranan Metode Ilmiah
Keterbatasan
Kita mengetahui bahwa data yang digunakan untuk mengambil kesimpulan ilmiah itu berasal dari pengamatan. Pancaindera juga mempunyai keterbatasan kemampuan untuk menangkap suatu fakta atau fenomena, sehingga kesimpulan yang diambil dari fakta-fakta yang keliru juga akan keliru. Kemungkinan keliru dari suatu kesimpulan ilmiah tetap ada. Oleh karena itu, semua kesimpulan ilmiah atau kebenaran ilmu pengetahuan termasuk Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) bersifat tentative artinya, suatu pendapat yang disimpulkan dengan menggunakan metode ilmiah diakui sebagai “benar” selama belum ada pendapat baru yang dapat menolak kesimpulan itu. Sebaliknya, apabila telah ditemukan kebenaran ilmiah yang dapat menolak kebenaran terdahulu maka pendapat terbarulah yang diakui sebagai kebenaran, sehingga tidak mustahil suatu kesimpulan ilmiah bisa saja berubah sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri. Tidak demikian halnya dengan pengetahuan yang didapat dari wahyu illahi. Kebenaran dari pengetahuan ini bersifat mutlak, artinya tidak akan berubah sepanjang masa.
Metode ilmiah memang tidak sanggup menguji adanya Tuhan; metode ilmiah juga tidak dapat menjangkau untuk membuat kesimpulan berkenaan dengan baik dan buruk atau sistem nilai, juga tidak dapat menjangkau tentang seni dan keindahan.

Keunggulan
Ilmu pengetahuan (termasuk IPA) yang sifatnya objektif, metodik, sistematik dan berlaku umum akan membimbing kita pada sikap ilmiah yang terpuji sebagai berikut : 
·     Mencintai kebenaran yang objektif, bersikap adil, dan semua akan menjurus ke arah hidup yang bahagia.
·       Menyadari kebanaran itu tidak absolut; hal ini dapat menjurus ke arah mencari kebenaran itu terus menerus.
·    Orang tidak percaya pada tahayul, astrologi maupun untung-untungan karena segala sesuatu di alam semesta ini terjadi melalui suatu proses yang teratur.
·     Membimbing untuk ingin tahu lebih banyak. Ilmu pengetahuan yang kita peroleh tentunya akan sangat membantu pola kehidupan kita.
·     Membimbing untuk tidak berpikir secara prasangka, tetapi berpikir secara terbuka atau objektif, suka menerima pendapat orang lain atau bersikap toleran. 
·     Membimbing untuk tidak percaya begitu saja pada suatu kesimpulan tanpa adanya bukti-bukti   yang nyata. 
·    Membimbing untuk selalu bersikap optimis, teliti dan berani membuat suatu pernyataan yang  menurut keyakinan ilmiah kita adalah benar.

Peranan metode ilmiah
a.       Untuk memberikan penjelasan logis dalam ilmu empiris
b.      Sebagai landasan dalam melakukan suatu penelitian ilmiah
c.       Memberikan bukti yang konkrit terhadap suatu ilmu pengetahuan

Sumber:

Ilmu Alamiah Dasar


Ilmu Alamiah Dasar 
Ilmu Alamiah Dasar dapat diartikan sebagai Ilmu Pengetahuan Alam (natural science) yang mengkaji tentang gejala alam semesta sehingga terbentuklah konsep dan prinsip, bersifat esensial seperti Biologi, Fisika, dan Kimia. Ketiga ilmu tersebut juga memiliki turunan lagi. Ilmu Alamiah Dasar merupakan disiplin ilmu yang dapat berubah sesuai kemajuan peradaban manusia.
Menurut Abdulah Aly dan Eny Rahma (2006:V) “Ilmu Alamiah Dasar merupakan kumpulan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Teknologi” yang pembahasannya mencakup pengenalan IPA dan ruang lingkupnya, perkembangan teknologi dan dampaknya, serta hubungannya dengan kelangsungan hidup manusia. Ilmu Alamiah Dasar dilahirkan oleh panca indera yang memberikan tanggapan terhadap semua rangsangan dimana tanggapan itu menjadi sebuah pengalaman. Pengalaman itu merupakan salah satu alasan terbentuknya pengetahuan yakni kumpulan fakta yang pernah terjadi. Untuk mengkajinya menggunakan metode ilmiah, caranya dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan yang terdapat dalam alam semesta, lalu dianalisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis kemudian digeneralisasikan.

Perkembangan Alam Pikiran Manusia
Pada dasarnya yang membedakan manusia dengan makhluk Tuhan lainnya yaitu manusia memiliki akal (pikiran). Dengan pikiran, manusia bisa mengendalikan semua yang ingin dilakukan atau tidak ingin dilakukan. Maka dari itulah manusia dikatakan makhluk yang sempurna. Dengan diberikannya sebuah pikiran oleh Tuhan kepada manusia, maka seharusnya manusia bisa memelihara dan mengembangkannya supaya dapat bermanfaat bagi dirinya dan makhluk lainnya serta dapat menjadi alat untuk mengolah dunia.
Pikiran merupakan pembentuk kepribadian, sehingga saat pikiran manusia rusak maka hidupnya pun akan rusak. Karena yang berpengaruh paling dominan adalah pikirannya. Maka dari itu kita harus mengontrol perkembangan pikiran dan mengetahui bagaimana pikiran tersebut dapat berkembang. Sehingga saat kita mengontrol pikiran maka kita pun dapat mengontrol perkembangan kepribadian supaya menjadi pribadi yang baik. Pikiran manusia berkembang secara alamiah sejalan dengan bertambahnya usia dan perkembangan mental.
Perkembangan alam pikiran manusia digambarkan dengan proses psikososial dan proses psikoseksual. Dengan bertambahnya usia maka rasa ingin tahu manusia akan muncul dan itulah yang menyebabkan perkembangan alam pikiran manusia. Saat rasa ingin tahu muncul, maka memaksa rasio untuk mencari tahu akan sebuah kebenaran dengan cara berfikir dan tanpa disadari pikiran tersebut sedang berkembang dan memiliki banyak pengetahuan. Semakin luas lingkungan sosial yang dijalani maka rasa ingin tahu yang muncul akan semakin banyak. Otomatis pikiran pun akan semakin berkembang karena rasio berusaha mencari tahu kebenaran yang ingin diketahui. Jadi perkembangan alam pikiran manusia dapat berkembang sejalan dengan bertambahnya usia, meluasnya lingkup sosial, dan bertambahnya pengetahuan.

Mitos, Legenda dan Cerita Rakyat
Mitos atau mite (myth) adalah cerita prosa rakyat yang tokohnya para dewa atau makhluk setengah dewa yang terjadi di dunia lain pada masa lampau dan dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Mitos pada umumnya menceritakan tentang terjadinya alam semesta, dunia, bentuk khas binatang, bentuk topografi, petualangan para dewa, kisah percintaan mereka dan sebagainya.Mitos itu sendiri, ada yang berasal dari Indonesia dan ada juga yang berasal dari luar negeri. Contohnya: Ramayana  atau  Oedipus  Rex.
Legenda (bahasa Latin: legere) adalah cerita prosa rakyat yang dianggap mempunyai cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi. Oleh karena itu, legenda sering kali dianggap sebagai “sejarah” kolektif  (folk history). Walaupun demikian, karena tidak tertulis, maka kisah tersebut telah mengalami distorsi sehingga sering kali jauh berbeda dengan kisah aslinya. Oleh karena itu, jika legenda hendak dipergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi sejarah, maka legenda harus dibersihkan terlebih dahulu bagian-bagiannya dari yang mengandung sifat-sifat folklor Menurut Pudentia, legenda adalah cerita yang dipercaya oleh beberapa penduduk setempat benar-benar terjadi, tetapi tidak dianggap suci atau sakral yang juga membedakannya dengan mite. Contohnya: Legenda Candi Prambanan, Legenda Malin Kundang, Legenda Jaka Tarub.
Cerita rakyat adalah cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang dalam masyarakat pada masa lampau yang menjadi ciri khas setiap bangsa yang memiliki kultur budaya yang beraneka ragam mencakup kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki masing-masing bangsa. Pada umumnya, cerita rakyat mengisahkan tentang suatu kejadian di suatu tempat atau asal muasal suatu tempat. Tokoh-tokoh yang dimunculkan dalam cerita rakyat umumnya diwujudkan dalam bentuk binatang, manusia maupun dewa. Contohnya: Cerita  Anjing dengan Bayang-bayang.

Cara manusia memperoleh pengetahuan
Menurut Notoatmodjo (2005) dari berbagai macam cara yang telah digunakan untuk memperoleh kebenaran pengetahuan sepanjang sejarah, dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni:
Cara tradisional untuk memperoleh pengetahuan
Sebelum ditemukannya metode ilmiah atau metode penemuan secara sistematik dan logis.Cara-cara ini antara lain:
-       Trial and Error
Dilakukan dengan menggunakan kemungkinan dalam memecahkan masalah, dan apabila kemungkinan tersebut tidak berhasil, dicoba kemungkinan yang lain.

-       Kekuasaan atau otoritas
Diperoleh berdasarkan pada otoritas atau kekuasaan baik tradisi, otoritas pemerintah, otoritas pemimpin agama, maupun ahli ilmu pengetahuan.

-       Berdasarkan pengalaman pribadi
Dengan mengulang kembali pengalaman yang diperoleh dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi pada masa yang lalu.

-       Melalui jalan pikiran
Kemampuan manusia menggunakan penalarannya dalam memperoleh pengetahuannya. Dalam memperoleh kebenaran pengetahuan manusia menggunakan jalan pikirannya.

Cara modern dalam memperoleh pengetahuan
Cara ini disebut “metode penelitian ilmiah”, atau lebih popular disebut metodologi penelitian (research methodology). Menurut Deobold van Dalen, mengatakan bahwa dalam memperoleh kesimpulan pengamatan dilakukan dengan mengadakan observasi langsung, dan membuat pencatatan-pencatatan terhadap semua fakta sehubungan dengan objek yang diamati. Pencatatan ini mencakup tiga hal pokok, yaitu:
-       Segala sesuatu yang positif, yakni gejala yang muncul pada saat dilakukan pengamatan.
-   Segala sesuatu yang negatif, yakni gejala tertentu yang tidakmuncul pada saat dilakukan pengamatan.
-       Gejala-gejala yang muncul secara bervariasi, yaitu gejala-gejala yang berubah-ubah pada kondisi-kondisi tertentu.

Sumber:

Sabtu, 15 Maret 2014

Jika ini yang terbaik kan ku ikhlaskan

Tuhan..
Tegarkanlah aku
Kuatkanlah aku
Bantulah aku
          Bantu aku untuk menghadapi ini
          Cobaan dan ujian yang kau turunkan
          untuk ku dalam kehidupan ini
          Yang penuh dengan lika-liku
Tuhan...
Jika ini jalanku
Jika ini kehidupan yang harus
aku jalani di dunia ini
          Jika ini yang terbaik kan ku ikhlaskan
          Ku coba jalani ini semua yang kau inginkan
          Aku yakin kau pasti selalu bersamaku
          Membantuku dalam menghadapinya