Laman

Selasa, 24 Desember 2013

Ideologi dan langkah-langkah dalam berpandangan hidup


Ideologi berasal dari dua kata bahasa Yunani yaitu “idea” yang berarti mengetahui pikiran, melihat dengan budi dan logos mengandung arti gagasan, pengertian, kata, dan ilmu. Jadi ideologi berarti kumpulan ide atau gagasan, pemahaman-pemahaman, pendapat-pendapat, atau pengalaman-pengalaman.
Ideologi dicetuskan oleh Antoine Destutt Tracy (1757-1836). Antoine Destutt Tracy adalah seorang ahli filsafat prancis. Ia berpendapat bahwa ideologi merupakan cabang filsafat yang disebut science de ideas ( sains tentang ide ). Tahun 1796 ia mendefinisikan ideologi sebagai ilmu tentang pikiran manusia, yang mampu menunjukkan jalan yang benar menuju masa depan. Pada awalnya, ideologi berarti ilmu tentang terjadinya cita-cita, gagasan, dan buah pikiran. Dalam perkembangannya, ideologi didefinisikan oleh para tokoh sebagai berikut.
  1. Descartes: Ideologi adalah inti dari semua pikiran manusia
  2. Machiavelli: Ideologi adalah sistem perlindungan kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa.
  3. Thomas Hobbes: Ideologi adalah seluruh cara untuk melindungi kekuasaan pemerintah agar dapat bertahan dan mengatur rakyatnya.
  4. Francis Bacon: Ideologi adalah paduan atau gabungan pemikiran mendasar dari suatu konsep.
  5. Karl Marx: Ideologi adalah alat untuk mencapai kesetaraan dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat.
  6. Napoleon: Ideologi adalah keseluruhan pemikiran politik dari musuh-musuhnya.
Ideologi digunakan dalam suatu negara sebagai landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia dan kejadian-kejadiannya dalam alam sekitarnya. Ideologi membantu suatu negara dalam membuka wawasan yang memberikan makna dan tujuan dalam kehidupan bernegara. Selain itu, juga berguna sebagai bekal dan jalan suatu negara untuk menemukan identitasnya. Ideologi merupakan sebuah kekuatan yang mampu menyemangati dan mendorong negara untuk melakukan kegiatannya dan mencapai tujuan negara.


Dengan demikian, ideologi dapat disimpulkan sebagai:
  1. Nilai yang menentukan seluruh hidup manusia.
  2. Gagasan yang diatur dengan baik tentang manusia dan kehidupannya.
  3. Kesepakatan bersama yang membuat nilai dasar masyarakat dalam suatu negara.
  4. Pembangkit kesadaran masyarakat akan kemerdekaan melawan penjajah.
  5. Gabungan antara pandangan hidup yang merupakan nilai-nilai dari suatu bangsa serta dasar negara yang memiliki nilai-nilai falsafah yang menjadi pedoman hidup suatu bangsa.
Setiap manusia ataupun negara pasti memiliki pandangan hidup walau berbeda cara pandangnya. Bagaimana kita memeperlakukan, tergantung kepada yang menjalaninya. Ada yang memperlakukan sebagai sarana, agar dapat mencapai tujuan dan ada pula yang memperlakukaan sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya. Agar kita mendapatkan sarana untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita dengan baik, kita harus mempunyai langkah-langkah dalam pandangan hidup. Langkah-langkah pandangan hidup tersebut yaitu:
  1. Mengenal
Suatu kodrat pertama dari setiap aktivitas hidup. Tentunya kita yakin dan sadar bahwa setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup, maka kita dapat memastikan bahwa pandangan hidup itu ada sejak manusia itu ada, dan bahkan hidup itu ada sebelum manusia itu belum turun ke dunia.

  1. Mengerti
    Tidak hanya mengenal tetapi kita juga harus mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Contohnya berpandangan hidup pada agama Islam. Hendaknya kita mengerti apa itu Al-Qur'an dan Hadist, serta bagaimana mengatur kehidupan yang baik untuk di dunia maupun di akhirat.

  1. Menghayati
    Kita dapat dengan mudah memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran dalam pandangan hidup itu sendiri. Nilai-nilai yang terkandung didalamnya merupakan memperluas atau memperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu sendiri. Menganalisa hal-hal yang berhubungan dengan pandangan hidup, bertanya kepada orang yang dianggap lebih tahu dan lebih berpengalaman mengenai isi pandangan hidup itu atau mengenai pandangan hidup itu sendiri.

  1. Meyakini
    Setelah mengetahui kebenaran dan validitas, baik secara kemanusiaan maupun ditinjau dari segi kemasyarakatan ataupun negara dan dari kehidupan di akherat, maka hendaknya kita meyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu. Meyakini ini merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.

  1. Mengabdi
    Merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya. Sedangkan wujudnya dapat dirasakan oleh pribadi kita masing-masing. Dan manfaat itu bisa terwujud ketika masih hidup ataupun sesudah meninggal yaitu di alam akherat.

  1. Mengamankan
    Bila sudah mengabdikan, lalu apabila ada orang lain yang mengganggu atau mayalahkannya, tentu dia tidak menerima bahkan cenderung untuk mengadakan perlawanan. Hal ini karena dalam berpandangan hidup itu dia telah mengikuti langkah-langkah sebelumnya dan langkah-langkah yang ditempuhnya itu telah dibuktikan kebenarannya sehingga akibatnya bila ada orang lain yang mengganggunya maka dia pasti akan mengadakan suatu respon, entah respon tersebut berwujud tindakan atau yang lainnya.

Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar