Laman

Selasa, 24 Desember 2013

Kegelisahan dan Pengharapan



Pengertian Kegelisahan:
            Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar dan cemas. Kegelisahan menggambarkan seseorang tidak tentram perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan. Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu. Gejala tingkah laku atau gerak gerik tersebut wajahnya lain dari biasanya misalnya berjalan mondar mandir dalam ruangan tertentu sambil menundukkan kepalanya yang merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan. Dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan diartikan sebagai kecemasan, kekhawatiran ataupun ketakutan.
Seseorang dapat mengalami frustasi karena hal yang diinginkannya tidak tercapai. Sigmund Freud ahli psikoanalisa berpendapat bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu
  1. Kecemasan kenyataan (obyektif): Suatu  pengalaman  perasaan  sebagai  akibat pengamatan  atau suatu bahaya dalam dunia luar.
  2. Kecemasan  neorotis  (syarat): Timbul karena pengamatan  tentang bahaya dari naluriah.
  3. Kecemasan  moril: Disebabkan karena pribadi seseorang. Tiap  pribadi memiliki bermacam-macam   emosi  antaranya:  iri, dendam,  dengki,  marah,  gelisah,  cinta, rasa.

Sebab-sebab kegelisahan terjadi:
·         Gelisah terhadap dosa-dosa dan pelanggaran ( yang telah dilakukan )
·         Gelisah terhadap hasil kerja ( tidak memenuhi kepuasan spiritual )
·         Takut akan kehilangan milik ( harta dan jabatan )
·         Takut menghadapi keadaan masa depan ( yang tidak disukai )

Pengertian Pengharapan:
            Pengharapan atau harapan berasal dari kata harap yaitu keinginan agar sesuatu terjadi atau suatu yang belum terwujud dapat terwujud. Harapan dapat diartikan sebagai menginginkan sesuatu yang dipercayai dan dianggap benar dan jujur oleh setiap manusia dan harapan agar dapat dicapai, memerlukan kepercayaan kepada diri sendiri, kepercayaan kepada orang lain dan kepercayaan kepada Tuhan. Harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian yang akan berbuah kebaikan di waktu yang akan datang. Pada umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan terkadang di batini dan dijadikan sugesti agar terwujud. Namun ada kalanya harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu. 
Pada praktiknya banyak orang mencoba menjadikan harapannya menjadi nyata dengan cara berdoa atau berusaha. Menurut kodratnya dalam diri manusia terdapat 2 dorongan yaitu dorongan kodrat serta dorongan kebutuhan hidup. Kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow kebutuhan manusia menjadi 5 macam atau 5 harapan manusia yaitu:
1.      harapan untuk memperoleh kelangsungan hidup
2.      harapan untuk memperoleh keamanan
3.      hak untuk mencintai dan dicintai
4.      harapan diterima lingkungan
5.      harapan memperoleh perwujudan cita-cita
               
Hubungan Kegelisahan dengan Pengharapan:
Di saat kita mengalami kegelisahan di suatu tempat dan di suatu kejadian, pasti kita berharap agar tuhan membantu kita dalam melewati itu. Berharap yang terbaik dalam melakukannya. Jika manusia mengingat bahwa kehidupan tidak hanya di dunia saja namun di akhirat juga, maka sudah selayaknya kegelisahan itu datang dan harapan itu tumbuh pada manusia untuk dapat hidup di kedua tempat tersebut dengan bahagia. Dengan begitu manusia dapat menyelaraskan kehidupan antara dunia dan akhirat. Selalu berharap bahwa hari esok lebih baik daripada hari ini, namun kita harus sadar bahwa harapanpun tidak selamanya menjadi kenyataan.

Contoh kasus seseorang yang tidak terbiasa bicara di depan umum:
Dewa tidak terbiasa berbicara di depan umum. Suatu ketika, Dewa diminta untuk mempresentasikan kampusnya di depan umum. Saat itu juga, ia merasakan gelisah, gemetar, dan khawatir. Di saat itu pula harapan pun datang. Harapan agar ia tidak salah dalam menyampaikan pesan yang ingin ia sampaikan. Ia mulai mempresentasikannya dengan perlahan tapi pasti. Akhirnya, ia bisa melawan rasa kegelisahan, khawatir dan lain-lain, dan ia dapat mempresentasikannya dengan baik. Sesuai dengan yang ia harapkan sebelum ia memulainya.

Tanggapan:
Rasa gelisah semua orang memilikinya. Ketika kita ingin melakukan sesuatu pasti rasa itu selalu ada. Terlebih jika kita ingin melakukan suatu tindakan yang melibatkan orang banyak. Namun rasa gelisah bisa kita lawan dan bisa kita kalahkan jika kita yakin dan percaya akan kemampuan kita. Kita bisa melakukannya dengan baik. Di saat kita gelisah, di saat itulah tumbuh harapan. Setiap orang ingin harapannya terwujud namun terkadang terhalang rasa gelisah dan takut.

Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar