Laman

Selasa, 14 April 2015

Terapi Humanistik Eksistensial



Pengertian
   Terapi humanistik eksistensial adalah terapi yang sesuai dalam memberikan bantuan kepada klien. Karena teori ini mencakup pengakuan eksistensialisme terhadap kekacauan, keniscayaan, keputusasaan manusia kedalam dunia tempat dia bertanggung jawab atas dirinya. Di bawah ini ada pengertian humanistik ekstensial menurut:
1)     Kartini Kartono dalam kamus psikologinya
Terapi humanistik eksistensial adalah salah satu psikoterapi yang menekankan pengalaman subyektif individual kemauan bebas, serta kemampuan yang ada untuk menentukan satu arah baru dalam hidup.
2)     W.S Winkel
Terapi humanistik eksistensial adalah Konseling yang menekankan implikasi – implikasi dan falsafah hidup dalam menghayati makna kehidupan manusia di bumi ini.

Tujuan Humanistik Eksistensial
Menurut Gerald Corey terapi humanistik eksistensial bertujuan agar klien mengalami keberadaanya secara otentik dengan menjadi sadar atas keberadaan dan potensi-potensi serta sadar bahwa ia dapat membuka diri dan bertindak berdasarkan kemampuannya. Terdapat tiga karakteristikdari keberadaan otentik, menyadari sepenuhnya keadaan sekarang, memilih bagaimana hidup pada saat sekarang, dan memikul tanggung jawab untuk memilih. Pada dasar nya terapi eksistensial adalah meluaskan kesadaran diri klien, dan karenanya meningkatkan kesanggupan pilihannya, yakni menjadi bebas dan bertanggung jawab atas arah hidupnya.

Ciri-ciri Humanistik Eksistensial
Ciri-cirinya sebagai berikut:
1.     Eksistensialisme bukanlah suatu aliran melainkan suatu gerakan yang memusatkan penyelidikannya manusia sebagai pribadi individual dan sebagai ada dalam dunia (tanda sambung menunjukkan ketakterpisahan antara manusia dan dunia).
2.      Adanya dalil-dalil yang melandasinya yaitu:
  • Setiap manusia unik dalam kehidupan batinnya, dalam mempersepsi dan mengevaluasi dunia, dan dalam bereaksi terhadap dunia 
  • Manusia sebagai pribadi tidak bisa dimengerti ddalam kerangka fungsi-fungsi atau unsur-unsur yang membentuknya. 
  • Bekerja semata-mata dalam kerangka kerja stimulus respons dan memusatkan perhatian pada fungsi-fungsi seperti penginderaan, persepsi, belajar, dorongan-dorongan, kebiasaan-kebiasaan, dan tingkah laku emosional tidak akan mampu memberikan sumbangan yang berarti kepada pemahaman manusia
3.   Berusaha melengkapi, bukan menyingkirkan dan menggantikan orientasi-orientasi yang ada dalam psikologi
4.  Sasaran eksistensial adalah mengembangkan konsep yang komperehensif tentang manusia dan memahami manusia dalam keseluruhan realitas eksistensialnya, misalnya pada kesadaran, perasaan-perasaan, suasana-suasana perasaan, dan pengalaman-pengalaman pribadi individual yang berkaitan dengan keberadaan individualnya dalam dunia dan diantara sesamanya. Tujuan utamanya adalah menemukan kekuatan dasar, tema, atau tendensi dari kehidupan manusia, yang dapat dijadikan kunci kearah memahami manusia.
5.   Tema-temanya adalah hubungan antar manusia, kebebasan, dan tanggung jawab, skala nilai-nilai individual, makna hidup, penderitaan, keputus asaan, kecemasan dan kematian.

Kekurangan dan Kelebihan Terapi Humanistik-Ekstensial
Kelebihan
-     Teknik ini dapat digunakan bagi klien yang mengalami kekurangan dalam perkembangan dan kepercayaan diri.
-        Adanya kebebasan klien untuk mengambil keputusan sendiri
-        Memanusiakan manusia
-         Bersifat pembentukan kepribadian, hati nurani, 
    perubahan sikap, analisis terhadap fenomena sosial.
-         Pendekatan terapi eksistensial lebih cocok digunakan pada 
    perkembangan klien seperti masalah karier, kegagalan 
    dalam perkawinan, pengucilan dalam pergaulan ataupun 
    masa transisi dalam perkembangan dari remaja menjadi dewasa

Kelemahan
·       Dalam metodologi, bahasa dan konsepnya yang mistikal
·       Dalam pelaksanaannya tidak memiliki teknik yang tegas
·       Terlalu percaya pada kemampuan klien dalam mengatasi 
    masalahnya (keputusan ditentukan oleh klien sendiri)
·        Memakan waktu lama.

Tahap-tahap Pelaksanaan Terapi Humanistik Eksistensial
Terapi ini bisa menggunakan beberapa teknik dan konsep psikoanalitik dan juga bisa menggunakan teknik kognitif-behavioral. Metode ini berasal dari Gestalt dan analisis transaksional. Terdapat tiga tahap yang dapat dilakukan oleh terapis dalam terapi humaniatik eksistesial, antara lain:
Tahap pendahuluan
Terapis mambantu klien mengidentifikasi dan mengklarifikasi asumsi mereka terhadap dunia. Klien diajak mendefinisikan cara pandang agar eksistensi mereka diterima. Terapis mengajarkan mereka bercemin pada eksistensial mereka dan meneliti peran mereka dalam hal penciptaan masalah dalam kehidupan mereka.

Tahap pertengahan
Klien didorong supaya klien dapat lebih bersemangat dalam meneliti sumber dan otoritas dan sistem mereka. Semangat ini akan memberikan klien pemahaman baru dan restrukturisasi nilai dan sikap mereka untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dan dianggap pantas.

Tahap akhir
Berfokus untuk bisa melaksanakan apa yang telah mereka pelajari tentang diri mereka. Klien didorong untuk mengaplikasikan nilai barunya dengan jalan yang kongkrit. Klien biasanya akan menemukan kekuatan untuk menjalani eksistensi kehidupannya yang memiliki tujuan. Dalam perspektif eksistensial, teknik sendiri dipandang alat untuk membuat klien sadar akan pilihan mereka, serta bertanggungjawab atas penggunaan kebebasan pribadinya.

Daftar Pustaka :
  • Corey, Gerald. 1995. Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. Bandung: PT. Eresku.
  • Misiak, Henryk. 2005. Psikologi Fenomenologi, Eksistensial dan Humanistic. Bandung: PT. Rafika Aditama.
  • Winkel, W. S. 1987. Bimbingan dan praktek Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: PT. Gramedia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar